Perjalanan Ke Gunung Bawakaraeng

gunung indonesia

Hai teman-teman pada kesempatan ini https://betwin188.online/ akan menceritakan artikel perjalanan pertama saya menuju puncak gunung Bawakaraeng. Namun sebelumnya saya akan memberikan beberapa informasi mengenai gunung Bawakaraeng.
Puncak Gunung Bawakaraeng merupakan salah satu puncak tertinggi di Sulawesi Selatan yang terletak di kabupaten Gowa kecamatan Tinggimoncong, Bawakaraeng memiliki arti Bawa artinya “mulut” dan Karaeng artinya “Tuhan atau Raja”. Gunung Bawakaraeng memiliki ketinggian 2830 MDPL dan merupakan puncak terdingin di Sulawesi Selatan, Gunung Bawakaraeng juga terkenal dengan hal-hal mistisnya dan sangat di sakralkan oleh warga setempat maupun warga sekitaran kabupaten Gowa, mereka percaya bahwa Gunung Bawakareng adalah tempat berkumpulnya para wali-wali Allah di Sulawesi Selatan dan mereka juga percaya bahwa puncak gunung Bawakaraeng dapat dijadikan sebagai tempat melaksanakan ibadah haji di bulan Zulhijjah sehingga orang yang melaksanakan ibadah haji di puncak gunung bawakaraeng akan dinamakan “Haji Bawakaraeng”. Dan di sepanjang jalur pendakian beberapa sesajen yang di simpan di bawah pohon-pohon besar.
Baikalah saya akan memulai bercerita tentang perjalan pertama saya mendaki Gunung Bawakaraeng. Pada awalnya saya sangat tertarik dan tertantang mendengar cerita para teman-teman dan adik kelas saya mengenai pengalaman mereka mendaki gunug Bawakaraeng yang sangat indah dan penuh dengan hal-hal mistis yang mereka alami seperti tiba-tiba ada jaringan hp di puncak gunung bawakaraeng dan ada pula yang sering mendengar suara-suara aneh seperti memanggil mereka, dan banyaknya pendaki yang meninggal kerena kedinginan dan tersesat di jalan, itulah yang membuat saya penasaran. Akhirnya saya membuat rencana untuk mendaki gunung bawakaraeng setelah ujian nasional SMK selesai. Setelah ujian saya mengajak 4 teman kelas sya tapi hanya 2 orang yang mau ikut, tapi saya masih memerlukan orang yang bisa menuntung kami menuju puncak gunung bawkaraeng, akhirnya saya memanggil adik kelas saya yang bernama Jumadil Awal yang sudah pernah 2x mendaki puncak gunung Bawakaraeng.
Perjalananpun kami mulai hari sabtu pagi tanggal 18 April 2015, dengan bekal dan peralatan seadahnya kami sangat optimis mencapai puncak Gunung Bawakaraeng. perjalanan pun kami mulai dari rumah awal menuju desa Lembanna menggunakan sepeda motor dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Di perjalanan kami sempat mampir di rumah sepupu awal untuk beristirahat sejenak dan membeli spritus sebagai bahan bakar kami nantinya. Untuk tidak membuang waktu kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju desa Lembanna. Pendakianpun kami mulai dari desa Lembanna namun sebelum kami mulai mendaki kami berdoa sejenak agar diberi keselamatan untuk menuju puncak Gunung Bawakaraeng.

Kami pun mulai mendaki menuju pos 1 melewati perkebunan warga dan masuk ke hutan pinus , di sepanjang jalan banyak sekali aliran sungai –sungai kecil yang kami lewati , di tengah perjalan menuju pos 1 kami sempat berhenti sejenak untuk mengambil air dan buang air kecil, setelah itu perjalanan kami lanjutkan dengan penuh semangat 45 akhirnya kami sampai di pos 1 dengan waktu sekitar 1 jam lamanya. Di pos 1 kami bertemu dengan beberapa mapala yang sedang beristirahat yang akan menuju lembah ramma dan di pos 1 ini memiliki percabangan jalan yang menuju puncak bawakaraeng dan menuju lembah Ramma’. Setelah beristirahat kamipun melanjutkan pendakian menuju pos 2 dan 3 jarak antara pos ini tidak terlalu jauh hanya 1 jam perjalanan sudah melewati dua pos. Di pos 3 ini saya sempat bertanya dengan Awal tentang tumpukan batu yang menyerupai kuburan yang terletak di pos 3 ini , ternyata di pos 3 ini pernah terjadi bunuh diri yang dilakukan seorang pendaki cewek yang bernama Noni yang gantung diri di pohon besar ini, karena patah hati, dan hantu si Noni ini sering meneror para pendaki wanita. Dan ada beberapa larangan yang tidak boleh dilakukan di pos 3 ini yaitu mengambil gambar dan memakai baju berwarna merah, tapi begilah saya orang yang suka melanggar karena saat itu saya sedang memakai baju merah namun alhamdulillah tidak terjadi apa-apa dengan saya.
Perjalanan pun kami lanjutkan menuju pos 4 di sepanjang jalan menuju pos 4 ini bnyak pepohonan yang di tumbuhi lumut hijau dimana hampir semua batang pohon tertutup oleh lumut, dan banyak yang mengatakan bahwa antara pos 3 menuju pos 4 terdapat mesjid Ghaib dimana mesjid Ghaib ini hanya bisa di lihat oleh orang-orang tertentu yang memiliki kelebihan dari manusia biasa lainnya. Setibanya di pos 4 saya melihat lagi tumpukan batu yang menyerupai kuburan dimana di atas batu itu terdapat beberapa batang rokok, entah saya tidak tahu maksud orang2 menaruh rokok,mungkin batunya kedinginan kali makanya di kasih rokok, heheheheh dan di pos 4 kami sempat beristirahat karena kaki saya mulai terasa sakit dan berat untuk melangkah, setelah sempat beristirahat kami berempat pun melanjutkan perjalanan menuju pos 5, seperti di pos 4 perjalan menuju pos 5 masih melewati hutan dan pohon yang di penuhi dengan lumut. Dan di antara pos 4 dan 5 terdapat sumber mata air kamipun berhenti untuk mengambil air utk di gunakan memasak di pos 5 nanti . sesampai di pos 5 kami memutuskan untuk beristirahat dan makan siang serta sholat dzuhur dan di pos 5 ini juga memiliki lokasi yang cukup luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *